
Turnover pekerja dalam proyek konstruksi dapat terjadi dengan banyak faktor, mulai dari beban kerja yang cukup tinggi, jam kerja yang cukup panjang, status kontrak yang tidak pasti, hingga ketidakpuasan terhadap kompensasi dan kesempatan pengembangan karier yang akan dilakukan oleh pekerja. Sebagian besar pekerja proyek bekerja berdasarkan kebutuhan dan durasi proyek tertentu. Kondisi ini membuat ikatan mereka dengan perusahaan cenderung tidak memiliki hubungan dalam jangka panjang. Ketika pekerja merasa tidak memiliki jaminan kerja dan keamanan dalam pekerjaannya, mereka lebih mudah memilih pindah ke perusahaan lain yang menawarkan peluang lebih baik (Palahudin & Agustianto, 2023).
Dampaknya, perusahaan konstruksi perlu melakukan proses rekrutmen dan pelatihan secara berulang. Hal ini dapat meningkatkan biaya operasional serta menghambat kelancaran pelaksanaan proyek. Dengan adanya hal tersebut tentunya menjadi sebuah kerugian yang cukup mendalam dikarenakan waktu yang harus dikeluarkan dalam setiap proses rekrutmen hingga onboarding setiap karyawan baru.
Dalam situasi tersebut, manajemen sumber daya manusia memiliki peran yang sangat penting. Manajemen SDM tidak hanya bertugas mengelola aspek administratif, seperti perekrutan, pengupahan, dan kontrak kerja. Lebih dari itu, manajemen SDM berfungsi sebagai langkah yang cukup strategis dalam menciptakan hubungan kerja yang sangat baik antara perusahaan dan pekerja.
Melalui kebijakan yang dibuat mendukung, seperti pemberian kompensasi yang layak, penyediaan jalur pengembangan karier, serta penciptaan lingkungan kerja yang aman dan mendukung, manajemen SDM dapat membantu menekan tingkat turnover pekerja (Goni et al., 2025). Dengan pengelolaan SDM yang efektif, perusahaan konstruksi dapat mempertahankan tenaga kerja yang berpengalaman, meningkatkan loyalitas, serta mendorong motivasi pekerja dalam menjalankan tugas di lapangan. Peran-peran yang dilakukan dalam manajemen SDM antara lain sebagai berikut (Djunaedi et al., 2025):
- Proses rekrutmen dan seleksi, melakukan proses dalam merekrut karyawan yang
terpilih, menarik, dan melakukan penempatan kandidat yang sesuai. - Pelatihan dan pengembangan, meningkatkan ilmu, kemampuan individu, dan
produktivitas karyawan. - Penilaian kinerja, proses yang dilakukan untuk menjadi tolak ukur dalam hasil kerja
yang akan dievaluasi berdasarkan ketentuan yang berlaku. - Benefit dan penghargaan, pemberian imbalan dalam bentuk finansial (gaji pokok,
upah harian, dll) non-finansial (asuransi, cuti, dll). - Hubungan, menjaga hubungan antar karyawan agar tetap harmonis satu sama lainnya
dengan perantara manajemen dan karyawan (Dewi et al., 2025).
Dalam hal ini turnover dapat dikurangi dengan memaksimalkan peran manajemen sumber daya manusia yang dilakukan oleh perusahaan, pengurangan tersebut tentunya dapat memberikan aspirasi positif bagi tujuan perusahaan kedepannya. Ketika pekerja merasakan keamanan dan juga diperhatikan, loyalitas mereka terhadap perusahaan juga meningkat, serta turnover yang terjadi dapat dikurangi dengan maksimal
oleh : Fathur
